Mendengar informasi bahwa mahasiswa yang terkena DO dapat melanjutkan kuliah dengan mengganti stambuk, secercah harapan timbul kembali di hati. Pada niat awal ketika memutuskan untuk kembali berkuliah adalah mendaftar sebagai mahasiswa baru kembali, tetapi rencana tersebut urung dilakukan tatkala Pembantu Rektor III UIR Bapak Rasyunif Rauf berucap “lanjutkan saja perkuliahan yang telah diambil sebelumnya” dengan suatu persepsi ‘sayang terhadap Mata kuliah yang telah diambil sebelumnya’.
Ide tersebut kuambil dan kujalani ‘apa adanya’, menyandang predikat sebagai Mapala atau MA atau apapun istilah untuknya terkadang membuat kepala tertunduk kebawah. Tetapi suatu hal yang pasti bahwa ‘semua akan baik-baik saja’.
Di ‘saat terakhir’ menyandang stambuk 01 ada beberapa teman seangkatan yang masih juga bergelut dengan dunia perkuliahan diantaranya Kurniadi, Rudiadi dan Rahmad Sabarudin. Saat postingan ini ditulis mereka tengah mempersiapkan diri guna ujian skipsi. Semoga sukses teman, semoga gelar yang didapat berbuah kebanggaan bukan berbuah suatu beban bagi kehidupan.
Untuk postingan berikutnya, Insya Allah artikel dengan judul ‘Beban atau Kebanggaan’ khususnya pandangan pribadiku (opini sepihak) terhadap teman-teman yang telah dahulu berpredikat Sarjana Hukum akan kucoba lukiskan, Doe out.
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
